Sesuatu telah terjadi di saat semuanya baik-baik saja. TIDAK!!!! Sebenarnya semuanya tidak terlihat seperti yang kamu lihat. Ada sesuatu di balik itu yang tidak mau aku tunjukkan, kesedihan, kekecewaan,,,tidak akan kutunjukkan kepadamu. Disaat hati dalam keadaan yang selalu netral, TIDAK!!!sebenarnya hatiku tidak selalu netral, selalu tertuju padanya, pada orang yang selalu ada dalam pikiranku, dialah orangnya [K`AnasQ], yah begitu seharusnya aku memanggilnya,,kekasih,,soulmate,,dan sebutan-sebutan indah lainnya. Entah apa sebutannya kepadaku, pernah sekali memeriksa contact list di hp fleksinya, disitu tertulis secara gamblang-Eka Fitriawati- yang seharusnya bukan begitu penulisannya, atau bahkan bukan itu yang tertulis untuk namelist nomer hpku. Itu aku yang berharap seperti itu, entah dia anggap itu sudah cocok atau sama dengan contact list biasa. Sesaat aku merasa tersanjung ketika dia mengatakan “sekarang saya bersama pacarku”, “sekarang dirumah pacarku”,. So What?? Pengakuan-pengakuan sederhana itu jadi sangat berarti bagiku.
Banyak pelajaran yang bisa aku ambil selama bersamanya,,tentang hidup, kerja keras, keluarga, target hidup dan merancang masa depanmu sendiri. Sedikit banyak kekagumanku padanya berubah menjadi rasa cinta dan sayang yang tidak bisa kudefinisikan, tak terbendung, tak tertahankan…ingin bersama terus tapi “maaf tak bisa sama2” katanya..Yah, saat itu dia lagi terbaring sakit dan batal keluar bersamaku. Perlahan rasa itu muncul dan semakin menjadi nyata, semakin dekat, sampai aku bisa merasakan kehadirannya disampingku setiap detik walaupun kami jarang bertemu. Yah, anugerah yang tidak bisa kudefinisikan, anugerah yang paling indah…dirinya…K`Anas…
Perubahan-perubahan perlahan kurasakan ada pada diriku, tapi perasaan yang lebih ini tidak bisa kujelaskan, hanya bisa kurasakan, kunikmati..perasaan menjadi seorang kekasih yang megharapkan kekasihnya untuk segera meresmikan hubungannya dengan pertunangan. Itu yang kuharapkan!!!! Caraku mengekspresikan perasaan dengan cara menulis, itu semua kudapatkan dari dia. Hanya dia……..
Kala tanda Tanya datang memenuhi kepalaku, banyak hal yang bisa kulakukan. Termasuk hal bodoh yang menurutku melampaui batasnya. Mengambil file tentang masa lalunya dan membacanya dan menuturkan kepadanya secara gamblang. Memang!!!!Siapa yang mau masa lalunya diungkit-ungkit, pasangan hidup sekalipun. Toh, itu semua hanya masa lalu yang sudah lewat dan tidak sepantasnya aku mengunggkitnya, apalagi tanpa sepengetahuannya. Guncang memang saat mengetahuinya, kata-kata yang tertata indah dibuatkan untuk sang masa lalu itu, janji-janji indah, pujian, sanjungan dan kekagumannya pada sang masa lalu tergambar disitu. Dengan melibatkan emosi dan perasaan yang dalam, semuanya menjadi gelap, tanpa piker panjang, aku mengambil handphone dan mulai mengirimkannya sebuah pesan singkat
……masa lalu, saya baru saja mengetahuinya. Guncang saat ini…..
……apa yang Eka ketahui? Tentang saya??...
Apakah ini amarah atau ini yang namanya cemburu. Padahal kedua keadaan ini paling aku benci, sejak bertemu dengannya kedua hal inilah yang paling ku hindari. Tidak tahu kenapa malam itu semuanya muncul secara instan. Dua2nya sekaligus.. sebenarnya sebagai wanita dan kekasihnya, hal ini wajar kutanyakan… namun, entah mengapa saat saya memberitahunya bahwa saya telah mengetahui hal itu kurasakan dia langsung down, kecewa dan marah kepadaku. Sesaat kusadari bahwa apa yang kulakukan adalah sesuatu yang salah dan tidak perlu. Memang dan terus kuakui bahwa saya memang salah.
Kata maaf mulai meluncur dari mulutku, kata maaf yang jarang kuberikan pada orang, sekarang terlontar dari mulutku dengan keihklasan menerima apa keputusannya setelah itu. Sempat kutanyakan apa yang bisa saya lakukan untuk membuatnya memaafkanku….
…..jangan ungkit-ungkit itu lagi….
itu katanya, dan itu memang pantas dia ucapkan karena sang masa lalu telah membuatnya sakit. Terpikir dalam benakku bahwa kalau memang begini apa bedanya aku dengan si masa lalu itu. K`Anas berbicara dengan tenang waktu itu, walaupun kurasakan kekecewaan diperkatannya, dia berusaha menghargaiku. Sesaat perasaanku tenang, namun beberapa saat kemudian penyesalanku datang. Andaikan waktu bisa diputar kembali, aku tidak akan melakukan ini, aku tidak akan menguntit masa lalunya yang dia sendiri saja tidak mau mengungkit. Malam itu ingin rasanya pergi lagi menemuinya,menatapnya lekat-lekat dan memeluknya dalam-dalam seolah aku tidak mau jauh darinya, tidak mau terpisah darinya dan berkata..”Kk, maaf sudah melampaui batas”
Esok harinya………..
Sunatan massal , "burung" komarudin terpotong
4 hari yang lalu


